Siaran Pers

Last Updated: Monday, 31 July 2017 07:25

Commercial Space Planning sebagai Action Plan

Dirkeu

(Semarang, 06-07-2017)

Menuju operasional bandara baru yang telah direncanakan pada bulan Maret 2018, Direktur Keuangan dan IT, Novihandri, melakukan kunjungan ke Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang dalam rangka mengecek persiapan yang telah direncanakan oleh pihak satuan kerja khususnya di bagian komersil.

Berlokasi di kantor Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani, Novrihandri mengadakan diskusi dan juga memberikan arahan terkait pentingnya mempersiapkan sektor komersil bahkan sejak saat pembangunan. “Sebelum memulai pembangunan phisik terminal Paket 3 coba untuk Commercial Space Planningnya agar mulai dipikirkan sejak saat ini, karena Terminal kan sangat berkaitan dengan komersial, pembagian space antara para teenant agar lebih efisien dan efektif dalam operasionalnya nanti sudah harus direncanakan. Jangan spacenya dipukul rata semua bisa dapet komplain dari teenant dan pengunjung bandara bisa tidak tertarik untuk membeli apa-apa nanti.” Ujar Novrihandri ketika memberi saran kepada tim satker Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani.

Food and Beverage serta Lounge pun menjadi perhatian dari Novrihandri, dengan adanya bandara baru yang jauh lebih megah dan besar, maka kualitas dari F&B serta Loungenya pun pastinya sangat diharapkan oleh para pengunjung untuk melebihi standar dari bandara eksisting saat ini, khususnya apabila kedatangan para tamu VVIP. Novrihandri sendiri mengharapkan kualitas standar minimum operasionalnya dapat menyamai Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, namun tentunya fokus dari proyek saat ini adalah progress di lapangan.

“Usahakan selalu melakukan cross check antara laporan lapangan dan keadaan langsung di lapangan ya, karena seringkali laporan dan keadaan cukup jauh berbeda. Penggunaan material untuk bandara nanti pun harus diperhatikan, agar saat maintenance bandara nantinya tidak membebani desain konstruksi yang telah ada.” Tambah Novrihandri, mengingat pernah terjadinya kasus di bandara baru yang membutuhkan biaya maintenance yang tinggi dikarenakan desain konstruksi tidak mampu menopang alat maintenance. Sementara dalam sistem manajemen kerja, IT diharapkan menjadi jawaban untuk kelancaran dan kemudahan membantu pekerjaan proyek, diantaranya dengan penggunaan prolog dan web proyek yang saat ini telah mulai digarap oleh Project Secretary. Di era modern saat ini, penggunaan sistem IT dianggap lebih efektif dan efisien dalam menggapai kinerja yang lebih maksimal.

Menanggapi tanggapan Novrihandri, Toni Alam menyatakan rasa terimakasihnya atas perhatian khusus Novrihandri kepada Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani dan menyatakan akan memberikan kinerja terbaik yang dapat diusahakan oleh satuan kerja proyek dalam mencapai target operasional yang telah ditargetkan pada bulan Maret 2018 dengan mininum requirement kualitas di atas bandara eksisting yang ada pada saat ini. Novrihandri pun menyatakan akan selalu memberikan dukungan kepada pihak proyek agar target operasional tidak molor dan mengapreasiasi kinerja yang selama ini telah dilakukan oleh semua pihak terkait pekerjaan Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani. Acara kunjungan pada hari ini pun diakhiri dengan acara makan siang bersama dengan para rekan satuan kerja.

 

Tantangan Skenario Timetable Operasional

menkeu

(Semarang, 5 Juli 2017)

Skenario operasional menjelang pengoperasionalan Bandara Baru Ahmad Yani sudah harus dipersiapkan, untuk mengetahu lebih dalam mengenai skenario tersebut, Asisten Deputi Jasa Keuangan Mentri BUMN Wien Irwanto mengadakan kunjungan ke Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang. Kedatangan mentri BUMN ini didampingi oleh General Manager Kantor Cabang PT.Angkasa Pura 1 Bandara Ahmad Yani, Project Manager Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani, perwakilan staff dari kedua kantor, dan juga dari PT.Waskita Karya yang mengerjakan paket pekerjaan terminal.

Kunjungan Wien berfokus kepada minimum requirement operasional bandara yang telah ditargetkan pada bulan Maret 2018. Berlokasi di drop off terminal, Toni Alam selaku Project Manager memberikan penjabaran mengenai progress pekerjaan paket 3 yang saat ini dikerjakan oleh PT. Waskita Karya termasuk standar mininum requirement. Paket 1 yang ditargetkan selesai tahun ini dan Paket 2 yang telah selesai sejak 2016 lalu dan Paket 4 yang direncanakan pengerjaan fisiknya dimulai bulan Agustus ini pun turut dibahas dalam penjabaran. Menurut Toni, progres Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani walaupun sempat terhambat pengerjaannya, namun semua pihak sedang bekerja maksimal untuk percepatan pekerjaan proyek.

Wien berharap banyak terhadap pembangunan bandara baru ini, apalagi dengan desain yang sudah memiliki standar internasional diharapkan kualitasnya dapat bersaing dengan bandara-bandara besar lainnya di Indonesia maupun internasional, apalagi proyek ini sudah mendapat perhatian khusus dari Presiden dan juga Gubernur Jawa Tengah serta Walikota sebagai salah satu proyek yang cukup besar. Pembangunan bandara baru pun harus melihat pertumbuhan persentase pax, cargo dan plane yang setiap berapa tahun akan membutuhkan perluasan bandara, oleh karena itu kesiapan lahan sekitar bandara baru pun harus diperhatikan. Target operasional pada bulan Maret 2018 diharapkan dapat berjalan sesuai dengan timetable yang telah dipersiapkan sebelumnya, namun tentunya pihak satuan kerja proyek pun juga harus mempersiapkan rencana timetable untuk back-up seandainya terjadi suatu permasalahan yang mengakibatkan target operasional tidak dapat dipenuhi jangka waktunya.

Kunjungan Wien Irwanto dilanjutkan di Kantor Cabang PT.Angkasa Pura 1 Bandara Ahmad Yani yang kini didampingi oleh Direktur Keuangan PT.Angkasa Pura 1, Novrihandri. Topik pembahasan yang menjadi fokus kali ini adalah bagian domestik yang diharapkan dapat diberikan perhatian lebih untuk standar mininum operasional, misalnya di garbarata ataupun lounge dikarenakan pertimbangan kedatangan domestik diperkirakan masih memiliki tingkat persentase tertinggi. Pada kesempatan yang sama dibahas juga tentang bagaimana seharusnya anak perusahaan PT.Angkasa Pura 1 dapat bersinergi dengan proyek, misalnya di sektor perhotelan ataupun yang lainnya agar dapat membantu operasional bandara baru.

 

KUNJUNGAN WAKIL KETUA DPR RI

20170620 114804

(Semarang, 20/06/2017)

Dalam rangka Kunjungan Kerja Jawa Tengah, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto melakukan kunjungan singkat di Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani pada hari ini, Selasa 20 Juni 2017, pukul 11.30WIB. Kedatangan Wakil Ketua DPR RI ini didampingi oleh General Manager Kantor Cabang PT.Angkasa Pura 1 Bandara Ahmad Yani, Project Manager Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani, Airnav, perwakilan staff PT.Angkasa Pura 1, PT. Waskita Karya dan juga beserta para rekan wartawan.

Agenda kunjungan kali ini dimaksudkan untuk mengetahui progress terkini dari Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani, khususnya pada saat ini Paket 3, Terminal. Paket 3 sendiri telah ditargetkan untuk dapat beroperasi pada bulan Maret 2018. PM memberikan penjabaran informasi mengenai Paket 3 di spot Drop Off Terminal yang mana dapat memberikan pandangan secara menyeluruh mengenai daerah pengerjaan Paket 3. “Nanti desain terminal akan seperti apa? Apakah masih seperti rencana semula atau ada perubahan lagi?” Tanya Agus terkait desain terminal. Agus pun juga menanyakan mengenai permasalahan-permasalahan yang pada saat ini menghambat progress proyek.

Walaupun memiliki waktu target operasional yang sangat dekat, Agus yakin dengan progress perkembangan proyek dan satuan kerja yang bekerja pada saat ini dapat menjawab tantangan tersebut. Kunjungan berakhir pada pukul 12.00WIB, sebelum melanjutkan kunjungan ke tempat berikutnya, Agus menyatakan dukungannya terhadap pengerjaan Proyek Perkembangan Bandara Ahmad Yani agar dapat segera beroperasi sepenuhnya.

KUNJUNGAN DIREKTUR TEKNIK PT.ANGKASA PURA 1

20170616 160105

(Semarang, 16/06/2017)

Polana B. Pramesti, Direktur Teknik PT.Angkasa Pura 1 melakukan kunjungan ke Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani. Dalam kunjungannya, Polana memberikan focus perhatian khusus kepada pengerjaan Paket 3 Terminal yang mana sudah dimulai paket pekerjaannya.

Rapat pembahasan mengenai Paket 3 dilakukan di kantor Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani dan dihadiri Toni Alam selaku Project Manager beserta perwakilan staff, PT. Portal GMDI selaku Konsultan Perencana, PT. Waskita Karya selaku Kontraktor, dan PT.Isoplan selaku Konsultan Pengawas. Rapat dimulai pukul 11.00WIB dan berlangsung sekitar empat setengah jam dipotong oleh Ishoma dan berakhir pukul 15.30WIB.

Polana melanjutkan kegiatan kunjungan ke lokasi proyek untuk mengetahui secara langsung pekerjaan fisik yang saat ini dikerjakan di lapangan. Titik pemberhentian pertama adalah Pekerjaan PVD yang nantinya akan menjadi daerah pekerjaan Paket 4 dilanjutkan di Drop Off Terminal yang menjadi focus perhatian dari rapat sebelumnya. Polana berharap pekerjaan Paket 3 dapat diselesaikan sebelum tenggat waktu agar dapat di operasionalkan secepatnya. “Mohon bantuan dari semua pihak agar dapat membantu kelancaran pengerjaan proyek ini dan khususnya dalam masalah teknis lapangan.”. Titik pemberhentian terakhir adalah pekerjaan jalan akses menuju kargo yang menjadi penutup dari acara kunjungan di Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani oleh Direktur Teknik.

Setelah selesai mengunjungi proyek, acara kunjungan kali ini di akhiri dengan buka puasa bersama dan ramah tamah yang di hadiri oleh satker Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani dan perwakilan dari Kantor Cabang PT.Angkasa Pura 1 Bandara Ahmad Yani.

MEDIA GATHERING

20170614 180538

(Semarang, 15/06/2017)

Sebelum memasuki Posko Lebaran, Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani beserta Kantor Cabang PT.Angkasa Pura 1 Bandara Ahmad Yani mengadakan Media Gathering bersama para rekan wartawan di Fave Hotel, Semarang. Acara dimulai sekitar pukul 16.30WIB dengan dibuka oleh Maryanto selaku General Manager Kantor Cabang PT.Angkasa Pura 1 Bandara Ahmad Yani.

Pada media gathering kali ini, persiapan Bandara Ahmad Yani dalam menghadapi lebaran dan perkembangan dari Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani menjadi perhatian utama dari para rekan media yang hadir. Pembicara dari masing-masing pihak adalah Maryanto selaku General Manager dari Kantor Cabang PT.Angkasa Pura 1 Bandara Ahmad Yani dan Toni Alam dari Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani.

Acara berlangsung sekitar dua jam bersamaan dengan acara buka bersama dan Ishoma yang menjadi bagian dari acara Media Gathering. Menjelang berakhirnya acara, rekan wartawan di berikan kesempatan wawancara mendalam mengenai apa yang mereka ingin ketahui mengenai Bandara Ahmad Yani maupun Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani.

KUNJUNGAN DIREKTUR KEUANGAN PT.ANGKASA PURA 1

20170508 175023

(Semarang, 08/05/2017)

Mendarat di Bandara Ahmad Yani pukul 17.30, Direktur Keuangan Novrihandri berencana melakukan kunjungan ke Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani dalam rangka monitoring progress dengan melihat secara langsung dari pembangunan fisik di Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani.

Agenda kunjungan langsung ditujukan ke Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani setelah sampai di Semarang. Kunjungan Novrihandri didampingi oleh General Manager Kantor Cabang PT.Angkasa Pura 1 Bandara Ahmad Yani dan Project Manager Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani beserta perwakilan staf dari masing-masing. Titik pemberhentian rombongan adalah di bagian Drop Off Terminal yang merupakan bagian dari pekerjaan Paket 1 untuk mendengarkan pemaparan dari Toni Alam selaku Project Manager.

“Saat ini progress pekerjaan Paket 1 yang dikerjakan oleh PT.HKNK sudah di atas 80% sementara Paket 2 yang dikerjakan oleh PT. PP sudah mencapai selesai sejak bulan Juli 2016, tahun lalu.” Jelas Toni Alam memaparkan progress proyek terkini.

Novrihandri pun mempertanyakan apa yang menjadi hambatan atau kendala terkait dengan pekerjaan paket-paket pekerjaan yang ada saat ini. Toni Alam pun kembali menjelaskan “Dibandingkan hambatan, mungkin lebih ke masalah waktu. Sebagai ilustrasi apabila Paket 3 mulai dikerjaan bulan ini, Mei 2017, berdasarkan estimasi waktu pekerjaan maka Terminal baru dapat beroperasional pada bulan Oktober 2018. Sementara Paket 4 apabila mulai dikerjakan pada bulan Agustus 2017 maka estimasi operasional adalah bulan Januari 2019.” Hal ini tentunya berbeda cukup jauh dari target operasional oleh para stakeholder pada bulan Maret 2018.

Novrihandri akan mencoba berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait di kantor pusat karena memahami pentingnya hal tersebut demi support kelancaran progress Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani nantinya.

PENANDATANGANAN BAST PLAT INJAK DAN BARRIER

 IMG 20170426 WA0032

(Semarang, 26/04/2017)

Bertempat di Kantor Walikota Semarang, Project Manager, General Manager, Perwakilan Kantor Pusat PT.Angkasa Pura 1 beserta perwakilan staff melaksanakan penandatanganan BAST Plat Injak dan Barrier dengan perwakilan dari Walikota Semarang, Sri Martini, Kepala Badan Keuangan dan Aset Kota Semarang beserta perwakilan staff.

Sri menyatakan bahwa masalah terkait dengan aset pemerintah kota sudah selesai dengan diadakannya penandatanganan BAST ini, dan juga bersyukur bahwa terdapat peningkatan nilai aset dari nilai semula. Namun demikian, terkait dengan kerjasama Angkatan Darat akan dikomunikasikan secara internal dan akan menjadi bahan diskusi yang selanjutnya akan diteruskan kepada bapak Walikota. Menambahkan pernyataan Sri, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum pun menambahkan bahwa jalan akses ini sudah tercatat dalam dokumen di Bina Marga, namun mengenai aset tanahnya akan ditelusuri dan diteliti lagi nantinya, karena pada saat itu pihak Bina Marga tidak terlibat dalam pembangunannya.

“Kami dari pihak PT.Angkasa Pura 1 cabang Semarang berharap dengan penandatanganan ini dapat membantu kelancaran pekerjaan Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang nantinya, yang mana dengan operasional bandara baru diharapkan dapat meningkatkan potensi wisata di daerah Semarang.” Ujar Maryanto menutup penandatanganan BAST Plat Injak dan Barrier hari ini.

 

KUNJUNGAN DIREKTUR OPERASI PT.ANGKASA PURA 1

IMG 0027

(Semarang, 25/04/2017)

Direktur Operasi PT.Angkasa Pura 1, Wendo Asrul Rose, melakukan kunjungan singkat ke Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani pada hari ini pukul 10.30WIB dalam rangka melihat perkembangan dari proyek dan membahas permasalahan yang menjadi kendala dalam menyelesaikan pekerjaan.

General Manager Kantor Cabang PT.Angkasa Pura 1 Bandara Ahmad Yani, PTS PM Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani beserta perwakilan staff, Kontraktor HKNK, dan Perencana Arsitektur turut hadir dalam kunjungan kali ini. Ketut Aryana sebagai PTS PM memberikan sambutan dan penjabaran informasi terkait kendala yang menghambat progress di Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani “Paket 3 dan 4 yang belum bisa berjalan ini menjadi kendala tersendiri dalam progress keseluruhan proyek, walaupun nantinya Paket 1 segera selesai menyusul Paket 2 yang selesai lebih dahulu, tapi kita tidak bisa operasional sama sekali”

Mendengar permasalahan yang telah disebutkan oleh Ketut, Wendo mempertanyakan kembali apakah ada masalah lain yang dapat menghambat progress proyek selain Paket 3 dan 4, dikarenakan adanya target yang menjadi patokan waktu penyelesaian dan operasional bandara baru nantinya yang ditetapkan pada Maret 2018. “Mengenai Paket 3 nanti coba dikonsultasikan ke pusat dan pihak terkait. Untuk Pak Ben dan pihak proyek mohon segera diadakan pertemuan yang nantinya juga saya akan hadiri untuk membahas masalah ini, agar dalam kurun waktu kurang dari satu tahun ini operasional bandara baru benar dapat berjalan.”